Category: Vol.13 No.1
Analisis Implementasi Kebijakan Pengelolaan Lahan Plasma Perusahaan di Kampung Benung Kabupaten Kutai Barat
Evaluasi Strategi Pemerintah Kampung Dalam Pemberdayaan Masyarakat Melalui Kelompok Tani Di Kampung Linggang Melapeh Kecamatan Linggang Bigung Kabupaten Kutai Barat (Studi Kasus Di Kampung Linggang Melapeh Kecamatan Linggang Bigung Kabupaten Kutai Barat)
DINAMIKA POLITIK IDENTITAS PADA PILKADA KUTAI BARAT TAHUN 2024
Strategi Pemerintah Kampung Dalam Pengembangan Wisata Jantur Geronggong Di Kampung Engkuni Pasek Kecamatan Barong Tongkok Kabupaten Kutai Barat. (Charlos Defago)
Submitted by: ,
On: Aug 12, 2026 @ 2:41 PM
IP: 182.3.140.83
- Judul artikel eJournal: Strategi Pemerintah Kampung Dalam Pengembangan Wisata Jantur Geronggong Di Kampung Engkuni Pasek Kecamatan Barong Tongkok Kabupaten Kutai Barat.
- Pengarang (nama mhs): Charlos Defago
- Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan strategi Pemerintah Kampung Engkuni Pasek dalam pengembangan Wisata Jantur Geronggong di Kampung Engkuni Pasek, Kecamatan Barong Tongkok, Kabupaten Kutai Barat, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan dipilih secara purposive sampling yang melibatkan Dinas Pariwisata Kabupaten Kutai Barat, Pemerintah Kampung Engkuni Pasek, Kepala Adat, dan masyarakat setempat. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pengembangan wisata dilakukan melalui identifikasi potensi dan daya tarik wisata, perencanaan perencanaan, pengembangan fasilitas dan infrastruktur, pelaksanaan promosi dan pemasaran, serta pengelolaan dan evaluasi secara berkala. Strategi tersebut meningkatkan daya tarik wisata melalui kolaborasi antara pemerintah kampung, Dinas Pariwisata, dan masyarakat. Faktor pendukungnya meliputi potensi alam, sinergi antar pemangku kepentingan, dukungan pendanaan, dan partisipasi masyarakat, sedangkan faktor penghambat mencakup keterbatasan anggaran, pemeliharaan fasilitas yang belum optimal, kondisi geografis, kelembagaan pengelola wisata yang belum optimal, serta rendahnya keterlibatan generasi muda. Penelitian ini menegaskan bahwa strategi pengembangan wisata berbasis kolaborasi berperan penting dalam mewujudkan pengembangan Wisata Jantur Geronggong yang berkelanjutan serta meningkatkan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat.
- Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): strategi pemerintah kampung, pengembangan pariwisata, wisata jantur geronggong,
- NIM: 2202026116
- Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2022
- Program Studi: Program S1 Pemerintahan Integratif
- Sumber tulisan: Skripsi
- Pembimbing: Dea Rizky Amalia, S.Sos., M.Si.
- Nama eJournal: eJournal Pemerintahan Integratif
- Volume: 13
- Nomor: 1
- Tahun: 2026
- File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): JURNAL CHARLOS DEFAGO (08-12-26-02-41-15).pdf (373 kB)
- Phone: 082251687800
EVALUASI KEBIJAKAN PROGRAM GERAKAN SANIPAH BERSIH DI KELURAHAN SANIPAH KECAMATAN SAMBOJA KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA (Devinka Yuristia)
Submitted by: ,
On: Aug 12, 2026 @ 2:40 PM
IP: 140.213.66.47
- Judul artikel eJournal: EVALUASI KEBIJAKAN PROGRAM GERAKAN SANIPAH BERSIH DI KELURAHAN SANIPAH KECAMATAN SAMBOJA KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
- Pengarang (nama mhs): Devinka Yuristia
- Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Penelitian ini membahas permasalahan sampah di Kelurahan Sanipah, Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, yang hingga saat ini belum tertangani secara optimal akibat keterbatasan sarana prasarana, rendahnya kesadaran masyarakat, serta dampak kebijakan pengelolaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Pemerintah Kelurahan Sanipah menginisiasi Program Gerakan Sanipah Bersih (GSB) berbasis partisipasi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan program serta mengidentifikasi hambatan yang dihadapi dalam penerapannya. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program Gerakan Sanipah Bersih telah berjalan dan memberikan dampak positif, khususnya dalam meningkatkan kesadaran masyarakat serta menyediakan layanan pengelolaan sampah. Namun pelaksanaannya belum optimal, ditandai dengan masih banyaknya sampah dan keterlambatan pengangkutan. Kendala utama meliputi keterbatasan sumber daya manusia, pendanaan, sarana prasarana, rendahnya kedisiplinan masyarakat, serta kondisi geografis yang kurang mendukung.
- Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): evaluasi kebijakan, pengelolaan sampah, hambatan implementasi, partisipasi masya
- NIM: 2202026129
- Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2026
- Program Studi: Program S1 Pemerintahan Integratif
- Sumber tulisan: Skripsi
- Pembimbing: Muh. Fichriyadi Hastira, S.IP ., M.Si
- Nama eJournal: eJournal Pemerintahan Integratif
- Volume: 13
- Nomor: 1
- Tahun: 2026
- File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): Jurnal_Devinka_eJournal_PIN-ACC (08-12-26-02-40-40).pdf (593 kB)
- Phone: 081347327569
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PELAKSANAAN MUSYAWARAH PERENCANAAN PEMBANGUNAN (MUSRENBANG) TAHUN 2025 DI KAMPUNG OMBAU ASA KECAMATAN BARONG TONGKOK KABUPATEN KUTAI BARAT (OCHA ANGELIA)
Submitted by: ,
On: Aug 12, 2026 @ 2:15 PM
IP: 182.3.139.239
- Judul artikel eJournal: PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PELAKSANAAN MUSYAWARAH PERENCANAAN PEMBANGUNAN (MUSRENBANG) TAHUN 2025 DI KAMPUNG OMBAU ASA KECAMATAN BARONG TONGKOK KABUPATEN KUTAI BARAT
- Pengarang (nama mhs): OCHA ANGELIA
- Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Penelitian ini menganalisis tingkat partisipasi masyarakat dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) 2025 di Kampung Ombau Asa, Kecamatan Barong Tongkok, Kabupaten Kutai Barat, serta faktor yang memenanginya. Menggunakan metode kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dari pemerintah kampung, BPK, tokoh masyarakat, dan warga. Analisis data menerapkan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan partisipasi masyarakat belum optimal dan berada pada kategori Tokenism (simbolis) menurut teori Arnstein, khususnya pada tingkat Informing dan Consultation. Warga sebatas menerima informasi dan menyampaikan usulan formal tanpa pengaruh signifikan dalam pengambilan keputusan akhir yang didominasi aparat kampung. Faktor pendukung partisipasi adalah kuatnya budaya gotong royong dan kebersamaan. Sementara faktor penghambat meliputi rendahnya pemahaman warga tentang Musrenbang, kurangnya percaya diri, kendala waktu kerja, serta dominasi komunikasi top-down dari pemerintah kampung.
- Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): partisipasi masyarakat, musrenbang, tangga partisipasi masyarakat, pembangunan k
- NIM: 2202026117
- Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2022
- Program Studi: Program S1 Pemerintahan Integratif
- Sumber tulisan: Skripsi
- Pembimbing: Hashfi Rafdi, S.IP., M.Tr.I.P.
- Nama eJournal: eJournal Pemerintahan Integratif
- Volume: 13
- Nomor: 1
- Tahun: 2026
- File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): Jurnal_Ocha_eJournal_PIN_DONEE (08-12-26-02-15-38).pdf (366 kB)
- Phone: 082345758648