Kerjasama Antara Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda Dan Olah Raga Dengan Presidium Dewan Adat Dalam Mempromosikan Pariwisata Budaya Di Kabupaten Kutai Barat (Sarfina Tri Andita Wardhani)

Submitted by: ,
On: Jun 29, 2014 @ 10:14 PM
IP: 202.67.39.25

  • Judul artikel eJournal: Kerjasama Antara Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda Dan Olah Raga Dengan Presidium Dewan Adat Dalam Mempromosikan Pariwisata Budaya Di Kabupaten Kutai Barat (Sarfina Tri Andita Wardhani)
  • Pengarang (nama mhs): Sarfina Tri Andita Wardhani
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Kerjasama antara Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (DISBUDPARPORA) dengan Presidium Dewan Adat dalam mempromosikan Pariwisata budaya dayak di Kabupaten Kutai Barat. Penelitian ini dimaksud untuk mengetahui dan mengkaji kerjasama antara DISBUDPARPORA dengan Presidium Dewan Adat dalam mempromosikan Pariwisata budaya dayak di Kabupaten Kutai Barat: melalui alasan, bentuk, manfaat kerjasama dan peran dari kedua lembaga terhadap promosi wisata budaya dayak. Penelitian ini dilaksanakan di DISBUDPARPORA dan kantor Presidium Dewan Adat, pengumpulan data dilakukan dengan penelitian field work research (penelitian lapangan) yang meliputi wawancara, dokumentasi dan observasi. Narasumber dalam penelitian ini adalah Kepala Bidang Kebudayaan dan Kepala Presidium Dewan Adat. Adapun temuan dalam penelitian ini adalah, dengan melihat potensi budaya di Kutai Barat sangat besar, yang dapat dijadikan sektor pariwisata. Oleh sebab itu DISBUDPARPORA bersama Presidium Dewan Adat melakukan kerjasama secara administrasi birokrasi untuk mengatur budaya terutama yang bersifat living attraction dan terencana, dengan adanya kerjasama ini DISBUDPAPORA dan Presidium Dewan Adat lebih mudah mengontrol kegiatan budaya yang dilakukan oleh masyarakat. Dalam kerjasama ini kedua lembaga memiliki peran masing-masing seperti DISBUDPARPORA sebagai pendukung dengan cara mempasilitasi kegiatan budaya yang ada, sedangkan Presidium Dewan Adat yang memberikan izin kegiatan dan juga sebagai penijau kegiatan budaya yang dilakukan masyarakat dilapangan. Namun dalam kegiatan promosi wisata kedua lembaga ini masih melakukannya sendiri-sendiri dikarenakan dari bidang pariwisata DISBUDPARPORA tidak melakukan kerjasama dengan Presidium Dewan Adat. Sehingga tidak adanya koordinasi. Manfaat dari kerjasama ini adalah untuk melestarikan budaya, agar layak menjadi tempat wisata dan menjaga dari arus modernisasi serta oknum yang tidak bertangung jawab tehadap budaya.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): kerjasama, DISBUDPARPORA, Presidium Dewan Adat, Promosi, Pariwisata Budaya Dayak
  • NIM: 1002025272
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2010
  • Program Studi: Program S1 Pemerintahan Integratif
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Dr. DB. Paranoan, M.Si dan Prof. Dr. Hj. Nur Fitriyah, M.S
  • Nama eJournal: eJournal Pemerintahan Integratif
  • Volume: 2
  • Nomor: 1
  • Tahun: 2014
  • File artikel eJournal (format .doc, max. 2 Mb): 03_isi ejurnal-sarfina (06-29-14-10-14-28).doc (103 kB)
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): 03_isi ejurnal-sarfina (06-29-14-10-14-28).pdf (204 kB)

Perubahan Sosial Masyarakat Dayak Bentian Pasca Otonomi Daerah di Kampung Dilang Puti Kecamatan Bentian Besar Kabupaten Kutai Barat (Juliantho Hermawan)

Submitted by: Hermawan, Juliantho
On: Jun 21, 2014 @ 2:49 PM
IP: 110.139.149.70

  • Judul artikel eJournal: Perubahan Sosial Masyarakat Dayak Bentian Pasca Otonomi Daerah di Kampung Dilang Puti Kecamatan Bentian Besar Kabupaten Kutai Barat
  • Pengarang (nama mhs): Juliantho Hermawan
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Penelitian ini memfokuskan dari pada perubahan sosial masyarakat dayak bentian pasca otonomi daerah. Dalam penelitian ini penulis membahas mengenai perubahan-perubahan yang terjadi di Masyarakat Dayak Bentian. Perubahan-perubahan sosial yang terjadi di masyarakat meliputi perubahan kemasyarakatan, budaya, ekonomi, pendidikan, dan kesehatan. Perubahan yang terjadi di masyarakat Bentian merupakan dampak dari arus modernisasi yang didukung dengan adanya otonomi daerah.
    Tempat penelitian dilaksanakan di kampung Dilang Puti, pengumpulan data dilakukan dengan cara penelitian kepustakaan dan lapangan melalui wawancara mendalam. Dalam menentukan narasumber atau informan menggunakan teknik purposive sampling. Data-data yang dikumpulkan dianalisis dengan Analisis Data Perbandingan Tetap yang dikembangkan oleh Glaser dan strauss, oleh Ian Dey.
    Temuan dari penelitian ini adalah perubahan sosial yang terjadi di Dilang Puti akibat masuknya pengaruh dari luar dan percepatan arus modernisasi yang masuk ke masyarakat sehingga mempengaruhi kehidupan sosial masyarakat. Perubahan yang terjadi ada yang mengarah kepada hal positif (kemajuan) tetapi ada pula yang mengarah kepada hal negatif, yang mana dampak negatif dari perubahan yang terjadi tidak dapat ditolak, tetapi kembali kepada masyarakat itu sendiri didalam menyikapi perubahan yang terjadi.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): : perubahan sosial, dayak Bentian, otonomi daerah, Dilang Puti, Kutai Barat.
  • NIM: 1002025259
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2010
  • Program Studi: Program S1 Pemerintahan Integratif
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Dr. Phil. I Ketut Gunawan, M.A, Anwar AS., S.Sos, M.M
  • Nama eJournal: eJournal Pemerintahan Integratif
  • Volume: 2
  • Nomor: 2
  • Tahun: 2014
  • File artikel eJournal (format .doc, max. 2 Mb): eJournal_2014_juliantho_hermawan_perubahan_sosial_dayak_bentian (06-21-14-02-49-08).doc (122 kB)
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): eJournal_2014_juliantho_hermawan_perubahan_sosial_dayak_bentian (06-21-14-02-49-08).pdf (241 kB)

Perbandingan Pelaksanaan Pembangunan Infrasrtuktur Desa Sepala Dalung dan Sepala Induk Keamatan Sesayap Hilir Kabupaten Tana Tidung (Hadriansyah)

Submitted by: ,
On: Jun 21, 2014 @ 10:55 AM
IP: 202.67.38.8

  • Judul artikel eJournal: Perbandingan Pelaksanaan Pembangunan Infrasrtuktur Desa Sepala Dalung dan Sepala Induk Keamatan Sesayap Hilir Kabupaten Tana Tidung
  • Pengarang (nama mhs): Hadriansyah
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Hadriansyah, perbandingan pelaksanaan pembangunan infrastruktur di Desa Sepala Dalung dan Desa Sepala Induk Kecamatan Sesayap Hilir Kabupaten Tana Tidung, dibawah bimbingan Bapak Drs. Heryono Susilo Utomo, M.Si, dan Drs. Endang Erawan, M.Si.
    Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sepala Dalung dan Desa Sepala Induk Kecamatan Sesayap Hilir Kabupaten Tana Tidung dengan tujuan untuk mengetahui sejauh mana perbandingan pelaksanaan pembangunan infrastruktur di Desa Sepala Dalung dan Desa Sepala Induk di Kecamatan Sesayap Hilir, sumber data yang diambil meliputi data sekunder yang terdiri dari dokumen-dokumen maupun laporan-laporan kegiatan yang berkaitan dengan perbandingan pelaksanaan pembangunan yang ada di Desa Sepala Dalung dan Desa Sepala Induk, dan data primer dengan menggunakan teknik purposive sampling yang berupa wawancara bersama pihak terkait dalam pelaksanaan pembangunan infrastruktur di Desa Sepala Dalung dan Desa Sepala Induk. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, dan wawancara serta studi dokumentasi, kemudian dilakukan analisis mengggunakan analisis kualitatif.
    Adapun hasil penelitian ini antara lain perbandingan pelaksanaan pembangunan infrastruktur di Desa Sepala Dalung dan Desa Sepala Induk Kecamatan Sesayap Hilir belum berjalan secara optimal khususnya buat Desa Sepala Induk dalam mengatasi berbagai kesenjangan pembangunan yang ada di Desa Sepala Dalung dan Desa Sepala Induk. Diharapkan pemerintah harus mampu menjawab semua permasalahan pembangunan desa di Desa Sepala Induk Kecamatan Sesayap Hilir. Dalam hal ini seperti menambah pembangunan prasarana kesehatan, dan penempatan Prasarana pembangunan-pembangunan dan prasarana lainnya.
    Oleh karena itu, permasalahan pembangunan desa tidak hanya cukup dari perhatian dominan pembangunan fisik, akan tetapi yang lebih penting juga adalah kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Perbandingan pelaksanaan pembangunan Desa Sepala Dalung dan Desa Sepala Induk
  • NIM: 1002025249
  • File artikel eJournal (format .doc, max. 2 Mb): Isi ejournal Hadri (06-21-14-10-55-48).docx (37 kB)
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): Hadri (06-21-14-10-55-48).pdf (439 kB)

Pengembangan Obyek Wisata Cagar Alam Di Kabupaten Tana Tidung (Leonardi Soleman)

Submitted by: soleman, leo
On: May 19, 2014 @ 3:23 PM
IP: 110.139.149.70

  • Judul artikel eJournal: Pengembangan Obyek Wisata Cagar Alam Di Kabupaten Tana Tidung (Leonardi Soleman)
  • Pengarang (nama mhs): leonardi soleman
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Leonardi Soleman, Pengembangan Obyek Wisata Cagar Alam di Kabupaten Tana Tidung, dibawah bimbingan dosen pembimbing satu Drs. Erwin Resmawan, M.Si dan dosen pembimbing dua Drs. H. Hamdan, M.Si
    Penelitian ini dilaksanakan di Dinas Pendidikan khususnya pada bagian kebudayaan dan pariwisata Kabupaten Tana Tidung, dan di lokasi obyek wisata hutan lindung gunung rian, serta melibatkan instansi-instansi pemerintah terkait yang dibutuhkan data pendukungnya, seperti Dinas Kehutanan, bagian tata pemerintahan Kabupaten Tana Tidung, serta PT.Intraca Inhutani. Adapun tujuan penelitian adalah untuk menggambarkan dan mendeskripsikan pengembangan obyek wisata cagar alam di Kabupaten Tana Tidung dan untuk menggambarkan faktor penghambat dan faktor pendukung dalam pengembangan wisata gunung rian.Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dokumentasi dan kepustakaan, narasumber juga diambil dari wisatawan yang berada di lokasi penelitian atau aksidental. Data-data yang diambil dan dikumpulkan kemudian dibandingkan dan di analisis dengan analisis kualitatif.
    Adapun hasil penelitian ini antara lain, bahwa dalam pengembangan obyek wisata cagar alam gunung rian, yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan bagian pariwisata, yang dalam peroses pengembangan selama ini telah berjalan dan masih fokus pada pembangunan sarana pendukung dan pembenahan fisik, seperti jalan utama menuju obyek wisata, sarana transportasi, dan fasilitas pelayanan wisata yang masih sederhana. Sementara itu identifikasi wisatawan baik secara administrasi belum pernah dilakukan. Langkah awal ini merupakan sekala prioritas yang dilakukan oleh pemerintah kabupaten tana tidung, dalam mengembangkan pariwisata Gunung Rian.
    Selain itu wisata gunung rian ini sangat mengandalkan potensi alam yang sudah ada dan keberadaannya yang cukup dikenal oleh wisatawan lokal, sehingga menjadikannya sebagai ikon utama pariwisata Tana Tidung, yang menjadi daya tarik bagi wisatawan. Serta dalam meningkatkan citra kawasan wisata gunung rian pada masyarakat luas, dilakukan dengan bentuk publikasi dan promosi melalui pesta budaya Erau dan lewat jaringan internet Kabupaten Tana Tidung dan Propinsi Kaltim.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Pengembangan, Obyek Wisata
  • NIM: 1002025261
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2010
  • Program Studi: Program S1 Pemerintahan Integratif
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Drs. Erwin Resmawan, M.Si dan Drs. H. Hamdan, M.Si
  • Nama eJournal: eJournal Pemerintahan Integratif
  • Volume: 2
  • Nomor: 2
  • Tahun: 2014
  • File artikel eJournal (format .doc, max. 2 Mb): Isi e-Journal Ieo (05-19-14-03-23-54). (184 kB)
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): Isi e-Journal Ieo (05-19-14-03-23-54).pdf (214 kB)

Dampak Pemekaran Kabupaten Tana Tidung Terhadapa Peningkatan Kesejahteraan Masyarakt (Syamsiah)

Submitted by: ,
On: May 19, 2014 @ 4:01 AM
IP: 39.217.26.96

  • Judul artikel eJournal: Dampak Pemekaran Kabupaten Tana Tidung Terhadapa Peningkatan Kesejahteraan Masyarakt
  • Pengarang (nama mhs): Syamsiah
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Penelitian ini diberi judul Dampak Pemekaran Kabuapten Tana Tidung Terhadap Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui bagai mana dampak pemekaran Kabupaten Tana Tidung terhadap penigkatan kesejahteraan masyarakat pada saat setelah pemekaran.
    Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: Pemekaran Kabupaten Tana Tidung membawa dampak yang baik terhadap kesejahteraan masyarakat, karena dengan adanya pemekaran wilayah rentang kendali menjadi pendek, arus transportasi berjalan dengan baik, kondisi pendidikan sarana dan prasarana serta fasiliats saat ini sudah mulai bagus, begitu pula dengan kondisi fasilitas kesehatan dan pelayanan kesehatan yang mudah didapatkan. selain itu pemekaran wilayah dapat memberikan peluang terserapnya masyarakat dalam lapangan pekerjaan.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Pemekaran, Kabupaten Tana TidungPemekaran, Kabupaten Tana Tidung
  • NIM: 0902025251
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2009
  • Program Studi: Program S1 Pemerintahan Integratif
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Dr. Drs. D.B. Paranoan, M.Si, Mohammad Taufik, S.Sos,M.Si
  • Nama eJournal: eJournal Pemerintahan Integratif
  • Volume: 1
  • Nomor: 4
  • Tahun: 2014
  • File artikel eJournal (format .doc, max. 2 Mb): JURNAL iyah (05-19-14-04-01-58).doc (104 kB)
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): JURNAL syam (05-19-14-04-01-58).pdf (207 kB)

Implementasi Kebijakan Pengelolaan Keuangan Daerah Pada Bagian Keuangan Sekretariat Daerah Kabupaten Kutai Barat Berdasarkan Peraturan Daerah No. 20 Tahun 2007 Tentang Pokok-Pokok Pengelolaan Keuangan Daerah (Anisa Putri Baday Sitompul)

Submitted by: ,
On: Apr 28, 2014 @ 5:11 PM
IP: 112.215.36.142

  • Judul artikel eJournal: Implementasi Kebijakan Pengelolaan Keuangan Daerah Pada Bagian Keuangan Sekretariat Daerah Kabupaten Kutai Barat Berdasarkan Peraturan Daerah No. 20 Tahun 2007 Tentang Pokok-Pokok Pengelolaan Keuangan Daerah (Anisa Putri Baday Sitompul)
  • Pengarang (nama mhs): ANISA PUTRI BADAY SITOMPUL
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Penelitian ini berjudul Implementasi Kebijakan Pengelolaan Keuangan Daerah Pada Bagian Keuangan Sekretariat Daerah Kabupaten Kutai Barat berdasarkan Peraturan Daerah No. 20 Tahun 2007 tentang Pokok-pokok Pengelolaan Keuangan Daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendiskripsikan tentang Implementasi Kebijakan Pengelolaan Keuangan Daerah Pada Bagian Keuangan Sekretariat Daerah Kabupaten Kutai Barat terutama dalam hal bentuk pengelolaan keuangan yang berupa perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan, pelaporan dan pertanggungjawaban serta mengidentifikasi faktor Pendukung dan faktor penghambat Implementasi Pengelolaan Keuangan Daerah Pada Bagian Keuangan Sekretariat Daerah Kabupaten Kutai Barat berdasarkan Peraturan Daerah No. 20 Tahun 2007 tentang Pokok-pokok Pengelolaan Keuangan Daerah.Penelitian ini dilaksanakan di Bagian Keuangan Sekretariat Daerah Kabupaten Kutai Barat. Pengumpulan data yang dilakukan dengan teknik penelitian kepustakaan dan penelitian di lapangan yang terdiri dari observasi, wawancara mendalan dan penelitian dokumentasi. Dengan narasumber yang ditentukan melalui teknik Purposive Sampling yaitu Kepala Bagian Keuangan Sekretariat Daerah Kabupaten Kutai Barat sebagai Key informan. Dan informan lainnya adalah Kasubbag Anggaran, Kassubag Perbendaharaan dan Kassubag Pembukuan dan staf-staf pegawai pada Bagian Keuangan Sekertariat Daerah Kabupaten Kutai Barat. Kemudian data yang diolah menggunakan teknik analisis data model interaktif yang menghasilkan kesimpulan.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Implementasi Kebijakan Pengelolaan Keuangan Daerah Pada Bagian Keuangan Sekretariat Daerah Kabupaten Kutai Barat berdasarkan Peraturan Daerah No. 20 Tahun 2007 tentang Pokok-pokok Pengelolaan Keuangan Daerah terlaksana dengan baik sesuai dengan peraturan-peraturan yang berlaku.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Implementasi, Pengelolaan Keuangan, Bagian Keuangan.
  • NIM: 1002025238
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2010
  • Program Studi: Program S1 Pemerintahan Integratif
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Dr. M. Djamal Amin, M. S dan Dra. Rosa Anggraeiny, M. Si
  • Nama eJournal: eJournal Pemerintahan Integratif
  • Volume: 2
  • Nomor: 1
  • Tahun: 2014
  • File artikel eJournal (format .doc, max. 2 Mb): E-JOURNAL skripsi icha (04-28-14-05-11-10).docx (49 kB)
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): E-JOURNAL (04-28-14-05-11-10).pdf (217 kB)

Evaluasi Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2010 Tentang Perubahan Status Kampung Menjadi Kelurahan Di Kelurahan Simpang Raya Kecamatan Barong Tongkok Dan Kelurahan Melak Ulu Kecamatan Melak Kabupaten Kutai Barat (Gregorius Gery)

Submitted by: ,
On: Apr 20, 2014 @ 7:27 PM
IP: 202.67.39.1

  • Judul artikel eJournal:Evaluasi Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2010 Tentang Perubahan Status Kampung Menjadi Kelurahan Di Kelurahan Simpang Raya Kecamatan Barong Tongkok Dan Kelurahan Melak Ulu Kecamatan Melak Kabupaten Kutai Barat (Gregorius Gery)
  • Pengarang (nama mhs): Gregorius Gery
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil evaluasi Perubahan
    Status Kampung menjadi Kelurahan di Kelurahan Simpang Raya Kecamatan
    Barong Tongkok dan Kelurahan Melak Ulu Kecamatan Melak Kabupaten Kutai
    Barat. Dengan fokus penelitian melimputi : luas wilayah, jumlah penduduk,
    social budaya, potensi ekonomi, sarana dan prasarana, pelayanan,
    pembangunan, motivasi pegawai, faktor pendukung, factor penghambat.
    Dalam penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data dengan
    melakukan studi keperpustakaan, studi lapangan, yaitu dengan melakukan
    pengumpulan data melalui kegiatan observasi dan pengamatan secara langsung
    pada objek penelitian, analisis dokumentasi dengan pengumpulan data yang
    dilakukan untuk mendapatkan data sekunder berupa surat-surat, arsip-arsip dan
    dokumen-dokumen yang ada relevisinya dengan kebutuhan data yang diperlukan
    dalam proses penulisan serta mengadakan wawancara untuk mendapatkan
    informasi yang lebih jelas sesuai dengan yang dibutuhkan dalam penelitian.
    Narasumber ditentukan melalui teknik purposive sampling dengan key informen
    adalah Lurah Kelurahan Simpang Raya, Lurah Kelurahan Melak Ulu, dan Kasi
    Pemerintahan Kelurahan Simpang Raya, Kasi Pemerintahan Kelurahan Melak
    Ulu dan Tokoh masyarakat sebagai informan. Analisis data yang digunakan
    adalah analisis data perbandingan tetap yang diawali dengan pengumpulan data,
    klasifikasi, slacing, pemetaan, dan producing yang menghasilkan kesimpulan
    yang mendalam.
    Dari hasil penelitian dan dianalisis dapat diperoleh kesimpulan bahwa
    Perubahan status Kampung menjadi Kelurahan di Kelurahan Simpang Raya dan
    Kelurahan Melak Ulu telah memenuhi persyaratan yang telah di tentukan untuk
    menjadi sebuah Kelurahan, dan implikasi yang terjadi setelah terjadinya
    perubahan status Kampung menjadi Kelurahan dari segi pembangunan,
    pelayanan, dan motivasi kerja lebih baik.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): evaluasi, Kampung, Kelurahan , perubahan status Simpang Raya, Melak Ulu
  • NIM: 1002025248
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2010
  • Program Studi: Program S1 Pemerintahan Integratif
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Dr.Drs.D.B Paranoan, M.Si, Iman Surya, S.Os, M.Si
  • Nama eJournal: eJournal Pemerintahan Integratif
  • Volume: 2
  • Nomor: 1
  • Tahun: 2014
  • File artikel eJournal (format .doc, max. 2 Mb): gery_ejournal_ (04-20-14-07-27-44).pdf (114 kB)
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): _ejournal_ (04-20-14-07-27-44).pdf (98 kB)

Pengaruh Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Pada Kantor Kecamatan Tering Kabupaten Kutai Barat (Sri Wahyuningsih)

Submitted by: Wahyuningsih, Sri
On: Apr 5, 2014 @ 11:53 AM
IP: 110.139.149.70

  • Judul artikel eJournal: PENGARUH LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA KANTOR KECAMATAN TERING KABUPATEN KUTAI BARAT
  • Pengarang (nama mhs): Sri Wahyuningsih
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Penelitian dalam rangka penulisan skripsi ini dilakukan untuk menganalisis Pengaruh Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Pegawai. Latar belakang dari penelitian ini adalah lingkungan kerjas sebagai salah satu faktor yang mempengaruhi kinerja, lingkungan kerja baik kondisi fisik maupun non-fisik (psikis) yang kondusif serta lingkungan secara langsung dan tidak langsung dapat mempengaruhi pegawai baik pada dirinya dan pekerjaannya. Selain itu juga terdapat menurunnya tingkat kinerja pegawai dikerenakan lingkungan kerja pegawai yang berada disekitar pemukiman warga yang padat dan ramai. Terdapat Pengaruh Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Pada Kantor Kecamatan Tering Kabupaten Kutai Barat. Jenis penelitian ini menurut tingkat eksplanasinya adalah penelitian asosiatif. Penelitian ini dilaksanakan di Kantor Kecamatan Tering Kabupaten Kutai Barat dengan populasi yang berjumlah 61 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan angket dan observasi langsung di lapangan. Kemudian data dianalisis dengan analisis statistik menggunakan rumus Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel lingkungan kerja fisik (penerangan/cahaya, suara, udara dan warna) dan lingkungan kerja psikis (hubungan kerja dan semangat kerja) mempunyai hubungan positif yang signifikan terhadap variabel kinerja pegawai (kuantitas, kualitas dan ketepatan waktu) pada Kantor Kecamatan Tering Kabupaten Kutai Barat. Kemudian dengan hasil analisis yang cermat, diketahui pengaruh lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai adalah sebesar 26,60%, dengan demikian ada sekitar 73,40% merupakan variabel lain yang mempengaruhi diluar variabel lingkungan kerja pegawai.
    Dari hasil penelitian ini, maka penulis menarik kesimpulan lingkungan kerja sangat penting bagi pegawai demi mendukung dan memberikan kondisi yang aman, nyaman, menyenangkan dan menciptakan ruang gerak yang bebas bagi pengembangan kreatifitas pegawai sehingga meningkatkan efisiensi kerja demi pencapaian peningkatan kinerja.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Lingkungan Kerja, Kinerja Pegawai, Kantor Kecamatan Tering
  • NIM: 1002025277
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2010
  • Program Studi: Program S1 Pemerintahan Integratif
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Drs.Endang Erawan,M.Si dan Dr. M. Jamal Amin, M.Si
  • Nama eJournal: eJournal Pemerintahan Integratif
  • Volume: 2
  • Nomor: 1
  • Tahun: 2014
  • File artikel eJournal (format .doc, max. 2 Mb): ejournal-Skripsi Sri Wahyuningsih(isi) (04-05-14-11-53-06).docx (52 kB)
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): JURNAL LENGKAP (04-05-14-11-53-06).pdf (241 kB)

Studi Tentang Proses Pembuatan Peraturan Kampung Linggang Melapeh Tentang Perlindungan Dan Pengelolaan Hutan Gunung Eno, Kecamatan Linggang Bigung, Kabupaten Kutai Barat. (Mario Riyadi)

Submitted by: ,
On: Mar 27, 2014 @ 9:43 PM
IP: 206.190.155.65

  • Judul artikel eJournal: Studi Tentang Proses Pembuatan Peraturan Kampung Linggang Melapeh Tentang Perlindungan Dan Pengelolaan Hutan Gunung Eno, Kecamatan Linggang Bigung, Kabupaten Kutai Barat. (Mario Riyadi)
  • Pengarang (nama mhs): Mario Riyadi
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Penelitian ini berangkat dari diterbitkanya Undang-undang No. 12 tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan. Mengarah kepada proses pembuatan peraturan kampung penelitian ini berpedoman dengan PERMENDAGRI Nomor 29 tahun 2006 tentang Pedoman Pembentukan dan Mekanisme Pennyusunan Peraturan Kampung yang kemudian diaplikasikan oleh Pemerintah Kabupaten Kutai Barat melalui Peraturan Daerah No. 16 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pembentukan dan Penetapan Peraturan Kampung. Penelitian ini dilaksanakan di kampung Linggang Melapeh yaitu melihat bagaimana proses pembuatan peraturan kampung dan bagaimana implikasi dari pembuatan peraturan kampung. Untuk pengumpulan data dilakukan dengan teknik kepustakaan dan penelitian lapangan yang terdiri dari observasi dan wawancara. Narasumber ditentukan melalui teknik Purposive Sampling atau sampel dengan key informan adalah Humas yayasan WWF Kutai Barat, sementara untuk informan tamabahan adalah petinggi kampung saat pembuatan peraturan kampung, tim kerja yang menyusun peraturan tersebut yang setelah peraturan terbentuk menjadi badan pengelola sumber daya alam lingkungan hidup kampung serta masyarakat yang mendapat implikasi dari pembuatan peraturan kampung dan Badan/SKPD terkait. Kemudian data yang diperoleh dilapangan diolah menggunakan teknik analisis data model interaktif guna menghasilkan kesimpulan yang mendalam. Adapun temuan pada hasil penelitian adalah, proses pembuatan peraturan kampung Linggang Melapeh tentang Perlindungan dan Pengelolaan Hutan Gunung Eno sudah berjalan dengan baik namun tim kerja masih perlu belajar lagi mengenai penulisan peraturan kampung tersebut agar sesuai dengan penulisan perundang-undangan, dan implikasi pembuatan peraturan kampung masih belum maksimal karena masing-masing pihak belum maksimal dalam menjalankan perannya, dan seharusnya untuk memperkuat peraturan ini perlu ada PERDA yang mendukung tentang perlindungan dan pengelolaan hutan Gunung Eno.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Proses, dan implikasi pembuatan peraturan kampung Linggang Melapeh
  • NIM: 1002025263
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2010
  • Program Studi: Program S1 Pemerintahan Integratif
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Prof. Dr. H. Adam Idris, M.Si, Dr. H. Syahrani, M.Si
  • Nama eJournal: eJournal Pemerintahan Integratif
  • Volume: 2
  • Nomor: 1
  • Tahun: 2014
  • File artikel eJournal (format .doc, max. 2 Mb): Isi ejournal Mario (03-27-14-09-43-50).doc (104 kB)
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): Isi_eJournal (03-27-14-09-43-50).pdf (403 kB)

Studi Tentang Konflik Penggunaan Lahan Akibat Program Pembangunan Sawitisasi di Kampung Muara Tae Kecamatan Jempang Kabupaten Kutai Barat (Sisco)

Submitted by: sisco, sisco
On: Mar 25, 2014 @ 3:47 AM
IP: 182.12.90.96

  • Judul artikel eJournal: Studi Tentang Konflik Penggunaan Lahan Akibat Program Pembangunan Sawitisasi di Kampung Muara Tae Kecamatan Jempang Kabupaten Kutai Barat
  • Pengarang (nama mhs): Sisco
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Penelitian ini mendeskripsikan dan mengkaji konflik penggunaan lahan akibat program kelapa sawit (sawitisasi) di Kabupaten Kutai Barat. Penelitian yang memakai Studi Kasus di Kampung Muara Tae Kecamatan Jempang dilakukan dengan metode observasi, wawancara dan penelusuran terhadap dokumen-dokumen. Pemilihan informan ditentukan berdasarkan teknik Purposive Sampling. Data-data yang dikumpulkan dianalisis dengan metode analisis kualitatif model interaktif yang dikembangkan Miles dan Huberman dan ditambah Teknik Analisis Data Kualitatif Model Spradley (Etnografi). Temuan dari penelitian ini adalah, Pertama, Tumpang Tindih Dalam Pemanfaatan Lahan (Penataan Batas), Kedua, Penolakan Pembebasan Lahan Masyarakat Muara Tae terhadap Pembangunan Kelapa Sawit. Terdapat beberapa upaya dalam penanganan konflik di masyarakat seperti Negosiasi, Mediasi, dan fasilitasi namun upaya Negosiasi dan Mediasi belum pernah dilakukan oleh pemerintah dalam penyelesaian konflik antar masyarakat dan disisi lain pemerintah berhasil menetapkan batas antara kedua kampung. Akibat dari konflik yang terjadi dalam masyarakat yaitu terhadap kerukunan kedua Masyarakat Adat Benuaq yang tidak lagi hidup rukun.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): konflik, penggunaan lahan, sawitisasi, Muara Tae, Muara Ponak, Kutai Barat
  • NIM: 1002025275
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2010
  • Program Studi: Program S1 Pemerintahan Integratif
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Dr. Phil I Ketut Gunawan, MA, Drs. Badruddin Nasir, M.Si
  • Nama eJournal: eJournal Pemerintahan Integratif
  • Volume: 2
  • Nomor: 1
  • Tahun: 2014
  • File artikel eJournal (format .doc, max. 2 Mb): Isi ejournal sisco new (03-25-14-03-47-48).docx (50 kB)
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): ejournal_sisco (03-25-14-03-47-48).pdf (283 kB)