Pengembangan Obyek Wisata Cagar Alam Di Kabupaten Tana Tidung (Leonardi Soleman)

Submitted by: soleman, leo
On: May 19, 2014 @ 3:23 PM
IP: 110.139.149.70

  • Judul artikel eJournal: Pengembangan Obyek Wisata Cagar Alam Di Kabupaten Tana Tidung (Leonardi Soleman)
  • Pengarang (nama mhs): leonardi soleman
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Leonardi Soleman, Pengembangan Obyek Wisata Cagar Alam di Kabupaten Tana Tidung, dibawah bimbingan dosen pembimbing satu Drs. Erwin Resmawan, M.Si dan dosen pembimbing dua Drs. H. Hamdan, M.Si
    Penelitian ini dilaksanakan di Dinas Pendidikan khususnya pada bagian kebudayaan dan pariwisata Kabupaten Tana Tidung, dan di lokasi obyek wisata hutan lindung gunung rian, serta melibatkan instansi-instansi pemerintah terkait yang dibutuhkan data pendukungnya, seperti Dinas Kehutanan, bagian tata pemerintahan Kabupaten Tana Tidung, serta PT.Intraca Inhutani. Adapun tujuan penelitian adalah untuk menggambarkan dan mendeskripsikan pengembangan obyek wisata cagar alam di Kabupaten Tana Tidung dan untuk menggambarkan faktor penghambat dan faktor pendukung dalam pengembangan wisata gunung rian.Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dokumentasi dan kepustakaan, narasumber juga diambil dari wisatawan yang berada di lokasi penelitian atau aksidental. Data-data yang diambil dan dikumpulkan kemudian dibandingkan dan di analisis dengan analisis kualitatif.
    Adapun hasil penelitian ini antara lain, bahwa dalam pengembangan obyek wisata cagar alam gunung rian, yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan bagian pariwisata, yang dalam peroses pengembangan selama ini telah berjalan dan masih fokus pada pembangunan sarana pendukung dan pembenahan fisik, seperti jalan utama menuju obyek wisata, sarana transportasi, dan fasilitas pelayanan wisata yang masih sederhana. Sementara itu identifikasi wisatawan baik secara administrasi belum pernah dilakukan. Langkah awal ini merupakan sekala prioritas yang dilakukan oleh pemerintah kabupaten tana tidung, dalam mengembangkan pariwisata Gunung Rian.
    Selain itu wisata gunung rian ini sangat mengandalkan potensi alam yang sudah ada dan keberadaannya yang cukup dikenal oleh wisatawan lokal, sehingga menjadikannya sebagai ikon utama pariwisata Tana Tidung, yang menjadi daya tarik bagi wisatawan. Serta dalam meningkatkan citra kawasan wisata gunung rian pada masyarakat luas, dilakukan dengan bentuk publikasi dan promosi melalui pesta budaya Erau dan lewat jaringan internet Kabupaten Tana Tidung dan Propinsi Kaltim.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Pengembangan, Obyek Wisata
  • NIM: 1002025261
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2010
  • Program Studi: Program S1 Pemerintahan Integratif
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Drs. Erwin Resmawan, M.Si dan Drs. H. Hamdan, M.Si
  • Nama eJournal: eJournal Pemerintahan Integratif
  • Volume: 2
  • Nomor: 2
  • Tahun: 2014
  • File artikel eJournal (format .doc, max. 2 Mb): Isi e-Journal Ieo (05-19-14-03-23-54). (184 kB)
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): Isi e-Journal Ieo (05-19-14-03-23-54).pdf (214 kB)

Dampak Pemekaran Kabupaten Tana Tidung Terhadapa Peningkatan Kesejahteraan Masyarakt (Syamsiah)

Submitted by: ,
On: May 19, 2014 @ 4:01 AM
IP: 39.217.26.96

  • Judul artikel eJournal: Dampak Pemekaran Kabupaten Tana Tidung Terhadapa Peningkatan Kesejahteraan Masyarakt
  • Pengarang (nama mhs): Syamsiah
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Penelitian ini diberi judul Dampak Pemekaran Kabuapten Tana Tidung Terhadap Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui bagai mana dampak pemekaran Kabupaten Tana Tidung terhadap penigkatan kesejahteraan masyarakat pada saat setelah pemekaran.
    Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: Pemekaran Kabupaten Tana Tidung membawa dampak yang baik terhadap kesejahteraan masyarakat, karena dengan adanya pemekaran wilayah rentang kendali menjadi pendek, arus transportasi berjalan dengan baik, kondisi pendidikan sarana dan prasarana serta fasiliats saat ini sudah mulai bagus, begitu pula dengan kondisi fasilitas kesehatan dan pelayanan kesehatan yang mudah didapatkan. selain itu pemekaran wilayah dapat memberikan peluang terserapnya masyarakat dalam lapangan pekerjaan.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Pemekaran, Kabupaten Tana TidungPemekaran, Kabupaten Tana Tidung
  • NIM: 0902025251
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2009
  • Program Studi: Program S1 Pemerintahan Integratif
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Dr. Drs. D.B. Paranoan, M.Si, Mohammad Taufik, S.Sos,M.Si
  • Nama eJournal: eJournal Pemerintahan Integratif
  • Volume: 1
  • Nomor: 4
  • Tahun: 2014
  • File artikel eJournal (format .doc, max. 2 Mb): JURNAL iyah (05-19-14-04-01-58).doc (104 kB)
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): JURNAL syam (05-19-14-04-01-58).pdf (207 kB)

Implementasi Kebijakan Pengelolaan Keuangan Daerah Pada Bagian Keuangan Sekretariat Daerah Kabupaten Kutai Barat Berdasarkan Peraturan Daerah No. 20 Tahun 2007 Tentang Pokok-Pokok Pengelolaan Keuangan Daerah (Anisa Putri Baday Sitompul)

Submitted by: ,
On: Apr 28, 2014 @ 5:11 PM
IP: 112.215.36.142

  • Judul artikel eJournal: Implementasi Kebijakan Pengelolaan Keuangan Daerah Pada Bagian Keuangan Sekretariat Daerah Kabupaten Kutai Barat Berdasarkan Peraturan Daerah No. 20 Tahun 2007 Tentang Pokok-Pokok Pengelolaan Keuangan Daerah (Anisa Putri Baday Sitompul)
  • Pengarang (nama mhs): ANISA PUTRI BADAY SITOMPUL
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Penelitian ini berjudul Implementasi Kebijakan Pengelolaan Keuangan Daerah Pada Bagian Keuangan Sekretariat Daerah Kabupaten Kutai Barat berdasarkan Peraturan Daerah No. 20 Tahun 2007 tentang Pokok-pokok Pengelolaan Keuangan Daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendiskripsikan tentang Implementasi Kebijakan Pengelolaan Keuangan Daerah Pada Bagian Keuangan Sekretariat Daerah Kabupaten Kutai Barat terutama dalam hal bentuk pengelolaan keuangan yang berupa perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan, pelaporan dan pertanggungjawaban serta mengidentifikasi faktor Pendukung dan faktor penghambat Implementasi Pengelolaan Keuangan Daerah Pada Bagian Keuangan Sekretariat Daerah Kabupaten Kutai Barat berdasarkan Peraturan Daerah No. 20 Tahun 2007 tentang Pokok-pokok Pengelolaan Keuangan Daerah.Penelitian ini dilaksanakan di Bagian Keuangan Sekretariat Daerah Kabupaten Kutai Barat. Pengumpulan data yang dilakukan dengan teknik penelitian kepustakaan dan penelitian di lapangan yang terdiri dari observasi, wawancara mendalan dan penelitian dokumentasi. Dengan narasumber yang ditentukan melalui teknik Purposive Sampling yaitu Kepala Bagian Keuangan Sekretariat Daerah Kabupaten Kutai Barat sebagai Key informan. Dan informan lainnya adalah Kasubbag Anggaran, Kassubag Perbendaharaan dan Kassubag Pembukuan dan staf-staf pegawai pada Bagian Keuangan Sekertariat Daerah Kabupaten Kutai Barat. Kemudian data yang diolah menggunakan teknik analisis data model interaktif yang menghasilkan kesimpulan.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Implementasi Kebijakan Pengelolaan Keuangan Daerah Pada Bagian Keuangan Sekretariat Daerah Kabupaten Kutai Barat berdasarkan Peraturan Daerah No. 20 Tahun 2007 tentang Pokok-pokok Pengelolaan Keuangan Daerah terlaksana dengan baik sesuai dengan peraturan-peraturan yang berlaku.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Implementasi, Pengelolaan Keuangan, Bagian Keuangan.
  • NIM: 1002025238
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2010
  • Program Studi: Program S1 Pemerintahan Integratif
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Dr. M. Djamal Amin, M. S dan Dra. Rosa Anggraeiny, M. Si
  • Nama eJournal: eJournal Pemerintahan Integratif
  • Volume: 2
  • Nomor: 1
  • Tahun: 2014
  • File artikel eJournal (format .doc, max. 2 Mb): E-JOURNAL skripsi icha (04-28-14-05-11-10).docx (49 kB)
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): E-JOURNAL (04-28-14-05-11-10).pdf (217 kB)

Evaluasi Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2010 Tentang Perubahan Status Kampung Menjadi Kelurahan Di Kelurahan Simpang Raya Kecamatan Barong Tongkok Dan Kelurahan Melak Ulu Kecamatan Melak Kabupaten Kutai Barat (Gregorius Gery)

Submitted by: ,
On: Apr 20, 2014 @ 7:27 PM
IP: 202.67.39.1

  • Judul artikel eJournal:Evaluasi Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2010 Tentang Perubahan Status Kampung Menjadi Kelurahan Di Kelurahan Simpang Raya Kecamatan Barong Tongkok Dan Kelurahan Melak Ulu Kecamatan Melak Kabupaten Kutai Barat (Gregorius Gery)
  • Pengarang (nama mhs): Gregorius Gery
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil evaluasi Perubahan
    Status Kampung menjadi Kelurahan di Kelurahan Simpang Raya Kecamatan
    Barong Tongkok dan Kelurahan Melak Ulu Kecamatan Melak Kabupaten Kutai
    Barat. Dengan fokus penelitian melimputi : luas wilayah, jumlah penduduk,
    social budaya, potensi ekonomi, sarana dan prasarana, pelayanan,
    pembangunan, motivasi pegawai, faktor pendukung, factor penghambat.
    Dalam penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data dengan
    melakukan studi keperpustakaan, studi lapangan, yaitu dengan melakukan
    pengumpulan data melalui kegiatan observasi dan pengamatan secara langsung
    pada objek penelitian, analisis dokumentasi dengan pengumpulan data yang
    dilakukan untuk mendapatkan data sekunder berupa surat-surat, arsip-arsip dan
    dokumen-dokumen yang ada relevisinya dengan kebutuhan data yang diperlukan
    dalam proses penulisan serta mengadakan wawancara untuk mendapatkan
    informasi yang lebih jelas sesuai dengan yang dibutuhkan dalam penelitian.
    Narasumber ditentukan melalui teknik purposive sampling dengan key informen
    adalah Lurah Kelurahan Simpang Raya, Lurah Kelurahan Melak Ulu, dan Kasi
    Pemerintahan Kelurahan Simpang Raya, Kasi Pemerintahan Kelurahan Melak
    Ulu dan Tokoh masyarakat sebagai informan. Analisis data yang digunakan
    adalah analisis data perbandingan tetap yang diawali dengan pengumpulan data,
    klasifikasi, slacing, pemetaan, dan producing yang menghasilkan kesimpulan
    yang mendalam.
    Dari hasil penelitian dan dianalisis dapat diperoleh kesimpulan bahwa
    Perubahan status Kampung menjadi Kelurahan di Kelurahan Simpang Raya dan
    Kelurahan Melak Ulu telah memenuhi persyaratan yang telah di tentukan untuk
    menjadi sebuah Kelurahan, dan implikasi yang terjadi setelah terjadinya
    perubahan status Kampung menjadi Kelurahan dari segi pembangunan,
    pelayanan, dan motivasi kerja lebih baik.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): evaluasi, Kampung, Kelurahan , perubahan status Simpang Raya, Melak Ulu
  • NIM: 1002025248
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2010
  • Program Studi: Program S1 Pemerintahan Integratif
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Dr.Drs.D.B Paranoan, M.Si, Iman Surya, S.Os, M.Si
  • Nama eJournal: eJournal Pemerintahan Integratif
  • Volume: 2
  • Nomor: 1
  • Tahun: 2014
  • File artikel eJournal (format .doc, max. 2 Mb): gery_ejournal_ (04-20-14-07-27-44).pdf (114 kB)
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): _ejournal_ (04-20-14-07-27-44).pdf (98 kB)

Pengaruh Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Pada Kantor Kecamatan Tering Kabupaten Kutai Barat (Sri Wahyuningsih)

Submitted by: Wahyuningsih, Sri
On: Apr 5, 2014 @ 11:53 AM
IP: 110.139.149.70

  • Judul artikel eJournal: PENGARUH LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA KANTOR KECAMATAN TERING KABUPATEN KUTAI BARAT
  • Pengarang (nama mhs): Sri Wahyuningsih
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Penelitian dalam rangka penulisan skripsi ini dilakukan untuk menganalisis Pengaruh Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Pegawai. Latar belakang dari penelitian ini adalah lingkungan kerjas sebagai salah satu faktor yang mempengaruhi kinerja, lingkungan kerja baik kondisi fisik maupun non-fisik (psikis) yang kondusif serta lingkungan secara langsung dan tidak langsung dapat mempengaruhi pegawai baik pada dirinya dan pekerjaannya. Selain itu juga terdapat menurunnya tingkat kinerja pegawai dikerenakan lingkungan kerja pegawai yang berada disekitar pemukiman warga yang padat dan ramai. Terdapat Pengaruh Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Pada Kantor Kecamatan Tering Kabupaten Kutai Barat. Jenis penelitian ini menurut tingkat eksplanasinya adalah penelitian asosiatif. Penelitian ini dilaksanakan di Kantor Kecamatan Tering Kabupaten Kutai Barat dengan populasi yang berjumlah 61 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan angket dan observasi langsung di lapangan. Kemudian data dianalisis dengan analisis statistik menggunakan rumus Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel lingkungan kerja fisik (penerangan/cahaya, suara, udara dan warna) dan lingkungan kerja psikis (hubungan kerja dan semangat kerja) mempunyai hubungan positif yang signifikan terhadap variabel kinerja pegawai (kuantitas, kualitas dan ketepatan waktu) pada Kantor Kecamatan Tering Kabupaten Kutai Barat. Kemudian dengan hasil analisis yang cermat, diketahui pengaruh lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai adalah sebesar 26,60%, dengan demikian ada sekitar 73,40% merupakan variabel lain yang mempengaruhi diluar variabel lingkungan kerja pegawai.
    Dari hasil penelitian ini, maka penulis menarik kesimpulan lingkungan kerja sangat penting bagi pegawai demi mendukung dan memberikan kondisi yang aman, nyaman, menyenangkan dan menciptakan ruang gerak yang bebas bagi pengembangan kreatifitas pegawai sehingga meningkatkan efisiensi kerja demi pencapaian peningkatan kinerja.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Lingkungan Kerja, Kinerja Pegawai, Kantor Kecamatan Tering
  • NIM: 1002025277
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2010
  • Program Studi: Program S1 Pemerintahan Integratif
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Drs.Endang Erawan,M.Si dan Dr. M. Jamal Amin, M.Si
  • Nama eJournal: eJournal Pemerintahan Integratif
  • Volume: 2
  • Nomor: 1
  • Tahun: 2014
  • File artikel eJournal (format .doc, max. 2 Mb): ejournal-Skripsi Sri Wahyuningsih(isi) (04-05-14-11-53-06).docx (52 kB)
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): JURNAL LENGKAP (04-05-14-11-53-06).pdf (241 kB)

Studi Tentang Proses Pembuatan Peraturan Kampung Linggang Melapeh Tentang Perlindungan Dan Pengelolaan Hutan Gunung Eno, Kecamatan Linggang Bigung, Kabupaten Kutai Barat. (Mario Riyadi)

Submitted by: ,
On: Mar 27, 2014 @ 9:43 PM
IP: 206.190.155.65

  • Judul artikel eJournal: Studi Tentang Proses Pembuatan Peraturan Kampung Linggang Melapeh Tentang Perlindungan Dan Pengelolaan Hutan Gunung Eno, Kecamatan Linggang Bigung, Kabupaten Kutai Barat. (Mario Riyadi)
  • Pengarang (nama mhs): Mario Riyadi
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Penelitian ini berangkat dari diterbitkanya Undang-undang No. 12 tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan. Mengarah kepada proses pembuatan peraturan kampung penelitian ini berpedoman dengan PERMENDAGRI Nomor 29 tahun 2006 tentang Pedoman Pembentukan dan Mekanisme Pennyusunan Peraturan Kampung yang kemudian diaplikasikan oleh Pemerintah Kabupaten Kutai Barat melalui Peraturan Daerah No. 16 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pembentukan dan Penetapan Peraturan Kampung. Penelitian ini dilaksanakan di kampung Linggang Melapeh yaitu melihat bagaimana proses pembuatan peraturan kampung dan bagaimana implikasi dari pembuatan peraturan kampung. Untuk pengumpulan data dilakukan dengan teknik kepustakaan dan penelitian lapangan yang terdiri dari observasi dan wawancara. Narasumber ditentukan melalui teknik Purposive Sampling atau sampel dengan key informan adalah Humas yayasan WWF Kutai Barat, sementara untuk informan tamabahan adalah petinggi kampung saat pembuatan peraturan kampung, tim kerja yang menyusun peraturan tersebut yang setelah peraturan terbentuk menjadi badan pengelola sumber daya alam lingkungan hidup kampung serta masyarakat yang mendapat implikasi dari pembuatan peraturan kampung dan Badan/SKPD terkait. Kemudian data yang diperoleh dilapangan diolah menggunakan teknik analisis data model interaktif guna menghasilkan kesimpulan yang mendalam. Adapun temuan pada hasil penelitian adalah, proses pembuatan peraturan kampung Linggang Melapeh tentang Perlindungan dan Pengelolaan Hutan Gunung Eno sudah berjalan dengan baik namun tim kerja masih perlu belajar lagi mengenai penulisan peraturan kampung tersebut agar sesuai dengan penulisan perundang-undangan, dan implikasi pembuatan peraturan kampung masih belum maksimal karena masing-masing pihak belum maksimal dalam menjalankan perannya, dan seharusnya untuk memperkuat peraturan ini perlu ada PERDA yang mendukung tentang perlindungan dan pengelolaan hutan Gunung Eno.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Proses, dan implikasi pembuatan peraturan kampung Linggang Melapeh
  • NIM: 1002025263
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2010
  • Program Studi: Program S1 Pemerintahan Integratif
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Prof. Dr. H. Adam Idris, M.Si, Dr. H. Syahrani, M.Si
  • Nama eJournal: eJournal Pemerintahan Integratif
  • Volume: 2
  • Nomor: 1
  • Tahun: 2014
  • File artikel eJournal (format .doc, max. 2 Mb): Isi ejournal Mario (03-27-14-09-43-50).doc (104 kB)
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): Isi_eJournal (03-27-14-09-43-50).pdf (403 kB)

Studi Tentang Konflik Penggunaan Lahan Akibat Program Pembangunan Sawitisasi di Kampung Muara Tae Kecamatan Jempang Kabupaten Kutai Barat (Sisco)

Submitted by: sisco, sisco
On: Mar 25, 2014 @ 3:47 AM
IP: 182.12.90.96

  • Judul artikel eJournal: Studi Tentang Konflik Penggunaan Lahan Akibat Program Pembangunan Sawitisasi di Kampung Muara Tae Kecamatan Jempang Kabupaten Kutai Barat
  • Pengarang (nama mhs): Sisco
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Penelitian ini mendeskripsikan dan mengkaji konflik penggunaan lahan akibat program kelapa sawit (sawitisasi) di Kabupaten Kutai Barat. Penelitian yang memakai Studi Kasus di Kampung Muara Tae Kecamatan Jempang dilakukan dengan metode observasi, wawancara dan penelusuran terhadap dokumen-dokumen. Pemilihan informan ditentukan berdasarkan teknik Purposive Sampling. Data-data yang dikumpulkan dianalisis dengan metode analisis kualitatif model interaktif yang dikembangkan Miles dan Huberman dan ditambah Teknik Analisis Data Kualitatif Model Spradley (Etnografi). Temuan dari penelitian ini adalah, Pertama, Tumpang Tindih Dalam Pemanfaatan Lahan (Penataan Batas), Kedua, Penolakan Pembebasan Lahan Masyarakat Muara Tae terhadap Pembangunan Kelapa Sawit. Terdapat beberapa upaya dalam penanganan konflik di masyarakat seperti Negosiasi, Mediasi, dan fasilitasi namun upaya Negosiasi dan Mediasi belum pernah dilakukan oleh pemerintah dalam penyelesaian konflik antar masyarakat dan disisi lain pemerintah berhasil menetapkan batas antara kedua kampung. Akibat dari konflik yang terjadi dalam masyarakat yaitu terhadap kerukunan kedua Masyarakat Adat Benuaq yang tidak lagi hidup rukun.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): konflik, penggunaan lahan, sawitisasi, Muara Tae, Muara Ponak, Kutai Barat
  • NIM: 1002025275
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2010
  • Program Studi: Program S1 Pemerintahan Integratif
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Dr. Phil I Ketut Gunawan, MA, Drs. Badruddin Nasir, M.Si
  • Nama eJournal: eJournal Pemerintahan Integratif
  • Volume: 2
  • Nomor: 1
  • Tahun: 2014
  • File artikel eJournal (format .doc, max. 2 Mb): Isi ejournal sisco new (03-25-14-03-47-48).docx (50 kB)
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): ejournal_sisco (03-25-14-03-47-48).pdf (283 kB)

Efektivitas Kelembagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Bpbd) Kabupaten Kutai Barat Dalam Pelaksanaan Tugas Pokok Dan Fungsinya (Indra Lesmana)

Submitted by: ,
On: Mar 24, 2014 @ 9:40 PM
IP: 206.190.155.65

  • Judul artikel eJournal: Efektivitas Kelembagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Bpbd) Kabupaten Kutai Barat Dalam Pelaksanaan Tugas Pokok Dan Fungsinya (Indra Lesmana)
  • Pengarang (nama mhs): Indra Lesmana
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Penelitian ini berangkat dari diterbitkanya Undang-Undang No. 24 Tahun 2007 tentang Penangulangan Bencana dan Peraturan Daerah No. 6 Tahun 2012 tentang Organisasi dan Tata kerja Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kutai Barat. Persoalan kebencanaan melibatkan konsentrasi dari beberapa elemen instasi terkait kebencanaan dan pembentukan badan yang menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) pada tahun pertama menimbulkan keraguan terhadap kontribusi dan pelaksanaan tugas pokok dan fungsi dalam mengatasi persoalan kebencanaan.
    Penelitian ini memfokuskan efektivitas pelaksanaan tugas pokok dan fungsi yang dilihat menggunakan beberapa kriteria yaitu, produktivitas, fleksibilitas, kepuasan kerja dan, kualitas. Menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif, untuk pengumpulan data dilakukan dengan teknik kepusatkaan dan penelitian lapangan yang terdiri dari observasi, wawancara dan pengumpulan dokumen. Narasumber ditentukan melalui teknik Purposive Sampling dengan key informan adalah kepala pelakasana badan. Sementara untuk informan tamabahan adalah pejabat dari badan tersebut maupun diluar badan serta masyrakat yang mendapat penanganan kebencanaan dan instansi yang menjadi mitra kerja. Kemudian data diolah menggunakan teknik analisis data model interaktif guna menghasilkan kesimpulan.
    Hasil penelitian mendapatkan beberapa masalah yang menjadi penghambat seperti, persoalan anggaran dan sumber daya manusia karena kurangnya tenaga professional, namun secara keseluruhan dari kriteria efektivitas menggambarkan pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya sejauh ini dapat berjalan cukup efektif menangani persoalan kebencanaan di Kutai Barat.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): efektivitas, penanggulangan bencana, Tufoksi, Kutai Barat.
  • NIM: 1002025255
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2010
  • Program Studi: Program S1 Pemerintahan Integratif
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Dr. A. Margono, M.Si dan Drs. H. Burhannuddin M.Si
  • Nama eJournal: eJournal Pemerintahan Integratif
  • Volume: 2
  • Nomor: 1
  • Tahun: 2014
  • File artikel eJournal (format .doc, max. 2 Mb): 02-Isi Jurnal Indra (03-24-14-09-40-59).doc (117 kB)
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): 02-Isi Jurnal Indra (03-24-14-09-40-59).pdf (205 kB)

Upaya Dinas Perhubungan Kabupaten Kutai Kartanegara Dalam Pengawasan Kegiatan Transportasi Air Pasca Runtuhnya Jembatan Kutai Kartanegara (Wahyu Erix Prasetyo Aji )

Submitted by: ,
On: Mar 22, 2014 @ 10:39 AM
IP: 206.190.155.65

  • Judul artikel eJournal: Upaya Dinas Perhubungan Kabupaten Kutai Kartanegara Dalam Pengawasan Kegiatan Transportasi Air Pasca Runtuhnya Jembatan Kutai Kartanegara (Wahyu Erix Prasetyo Aji )
  • Pengarang (nama mhs): Wahyu Erix Prasetyo Aji
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata):Upaya Dinas Perhubungan Kabupaten Kutai Kartanegara Dalam Pengawasan Kegiatan Transportasi Air Pasca Runtuhnya Jembatan Kutai Kartanegara (Wahyu Erix Prasetyo Aji )AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya Dinas Perhubungan dalam pengawasan terhadap kegiatan transportasi air penyeberangan di Kabupaten Kutai Kartanegara. Penelitian ini diangkat karena semenjak runtuhnya Jembatan Kutai Kartanegara sering terjadinya kapal Fery penyeberangan tradisional mengalami kecelakaan. Oleh sebab itu, penelitian dilakukan sebagai upaya untuk mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan pengawasan Dinas Perhubungan di kegiatan transportasi air penyeberangan di Kabupaten Kutai Kartanegara.

    Penelitian ini dilaksanakan di Kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Kutai Kartanegara sebagai Pelaksana pengawasan terhadap kegiatan Fery penyeberangan. Pengumpulan data yang dilakukan dengan teknik penelitian kepustakaan dan penelitian di lapangan yang terdiri dari observasi dan wawancara. Narasumber ditentukan melalui teknik purposive sampling dengan key informan adalah Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kutai Kartanegara, Kepala Bidang Angkutan Sungai Danau dan Penyeberanag, sedangkan narasumber yang berasal dari masyarakat adalah penyedia jasa Fery penyeberangan serta pengguna jasa Fery penyeberangan. Kemudian data yang diperoleh diolah menggunakan teknik analisis kualitatif.
    Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya Dinas Perhubungan dalam pengawasan terhadap kegiatan transportasi air penyeberangan di Kabupaten Kutai Kartanegara khususnya di Penyeberangan Fery Kota belum maksimal. Karena pengawasan yang belum dilaksanakan 24 jam di penyeberangan Fery Tradisional. Temuan lainnya adalah tidak adanya Peraturan Daerah tentang transportasi air penyeberangan Fery. Adapun yang menjadi faktor penghambat dari pelaksanaan pengawasan kegiatan transportasi air penyeberangan adalah kesadaran pengguna jasa penyeberangan akan keselamatan sangat rendah serta adanya orientasi mencari keuntungan banyak bagi para penyedia jasa penyeberangan hingga melalaikan faktor keselamatan.

  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Pengawasan, Transportasi Air
  • NIM: 1002025279
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2010
  • Program Studi: Program S1 Pemerintahan Integratif
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Drs. H. Hamdan, M.Si & Dr. Djumadi, M.Si
  • Nama eJournal: eJournal Pemerintahan Integratif
  • Volume: 2
  • Nomor: 1
  • Tahun: 2014
  • File artikel eJournal (format .doc, max. 2 Mb): eJurnal_pin_2014_wahyu_erix_upaya_pengawasan_fery_kukar (03-22-14-10-39-46).doc (125 kB)
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): eJurnal_pin_2014_wahyu_erix_upaya_pengawasan_fery_kukar (03-22-14-10-39-46).pdf (425 kB)

Kerjasama Pemerintah Kabupaten Tana Tidung Dengan PT. Inhutani I Sesayap (Studi Kasus Perjanjian Penggunaan Lahan Di Desa Tideng Pale Kecamatan Sesayap) (Evita Arie Suci)

Submitted by: Arie Suci, Evita
On: Mar 12, 2014 @ 8:09 PM
IP: 110.139.148.81

  • Judul artikel eJournal: Kerjasama Pemerintah Kabupaten Tana Tidung Dengan PT. Inhutani I Sesayap (Studi Kasus Perjanjian Penggunaan Lahan Di Desa Tideng Pale Kecamatan Sesayap)
  • Pengarang (nama mhs): Evita Arie Suci
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Evita Arie SuciAbstrak
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses, bentuk dan obyek kerjasama yang dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Tana Tidung dengan pihak PT. Inhutani I Sesayap. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Tideng Pale Kecamatan Sesayap Kabupaten Tana Tidung.
    Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan penelitian kepustakaan, penelitian lapangan/observasi, wawancara dan dokumentasi. Responden dalam penelitian ini adalah Bapak M. Arief Prasetiawan selaku Plh. Kepala Bagian Tata Pemeritahan, Bapak Ir. Sayuti Karim selaku Manajer PT. Inhutani I (Persero) Administratur Tideng Pale, dan Kantor Notaris Muchlis Tabrani, SH selaku selaku mediator pembuat akta notaris pada proses kerjasama tersebut.
    Hasil penelitian ini menunjukkan adanya kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Tana Tidung dengan PT. Inhutani I Sesayap dalam hal penggunaan seluruh asset milik PT. Inhutani I Sesayap, dengan persyaratan yaitu pemberian ganti rugi kepada pihak PT. Inhutani I Sesayap oleh pemerintah Kabupaten Tana Tidung. Asset yang dimiliki pihak PT. Inhutani I Sesayap yaitu berupa lahan/tanah dan bangunan. Hal ini dibuktikan dengan adanya surat perjanjian kesepakatan dalam penggunaan asset tersebut yang di tandatangani oleh pihak Direksi PT. Inhutani I (Persero)Jakarta dan Bupati Tana Tidung.
    Faktor yang melatarbelakangi terjadinya kerjasama tersebut adalah tidak adanya asset lahan dan bangunan yang dimiliki oleh pemerintah Tana Tidung, kemudian faktor penghambat dari kerjasama ini adalah terkendalanya pemberian ganti rugi pada pihak Perusahaan karena belum adanya kepastian dari pihak BPN (Badan Pertanahan Nasional).
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Kerjasama, Perjanjian, Kabupaten Tana Tidung, PT. Inhutani I (Persero)
  • NIM: 1002025246
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2010
  • Program Studi: Program S1 Pemerintahan Integratif
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Dra. Rita Kalalinggi, M.Si dan Lutfi Wahyudi, S.Sos, M.Si
  • Nama eJournal: eJournal Pemerintahan Integratif
  • Volume: 2
  • Nomor: 1
  • Tahun: 2014
  • File artikel eJournal (format .doc, max. 2 Mb): E-JOURNAL skripsi vitaaa (03-12-14-08-09-06).doc (125 kB)
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): E-JOURNAL skripsi vitaaa (03-12-14-08-09-06).pdf (93 kB)